TUGAS SISTEM POLITIK INDONESIA ,tema :kelompok kepentingan(interest group), Nama:AZIZ SANDY HARAHAP, Dosen :Reuben R.Sihite, S.IP, M. Ikom

                                                             KELOMPOK YAKUZA




Kelompok Yakuza adalah kelompok kepentingan yang berasal dari negeri sakura(jepang) , pada awalnya mereka adalah bawahan2 dari para shogun di era keshogunan jepang yang berprinsip bahwa "jika seseorang memegang martil maka segala sesuatunya bisa di bereskan dengan martil itu pula". Setelah Jepang menyerah, para anggota Yakuza kembali ke masyarakat. Muncul satu orang yang berhasil mempersatukan seluruh organisasi Yakuza. Orang itu adalah Yoshio Kodame, seorang eks militer dengan pangkat terakhir Admiral Muda (yang dicapainya di usia 34 tahun). Yoshio Kodame berhasil mempersatukan dua fraksi besar Yakuza, yaitu Yamaguchi-gumi yang dipimpin Kazuo Taoka, dan Tosei-kai yang dipimpin Hisayuki Machii. Yakuza pun bertambah besar keanggotaannya terutama di periode 1958-1963 saat organisasi Yakuza diperkirakan memiliki anggota 184.000 orang atau lebih banyak daripada anggota tentara angkatan darat Jepang saat itu. Yoshio Kodame dinobatkan sebagai godfather-nya Yakuza.

Pada era modern Yakuza berperan dalam melebarkan sayapnya hingga ke amerika serta berperan dalam pencucian uang juga bisnis legal penyelundupan narkoba. Berdasarkan majalah Far Eastern Economic Review edisi 17 Januari 2002, Yakuza diperkirakan telah menanamkan uang hingga 50 milyar dolar dalam investasi saham dan perusahaan di Amerika Serikat. 

Kelompok yakuza, yang dikenal sebagai organisasi kriminal di Jepang, memiliki peran yang kompleks dalam masyarakat. Mereka sering terlibat dalam berbagai aktivitas yang berusaha memperjuangkan kepentingan mereka, baik secara legal maupun ilegal. Berikut adalah beberapa aspek dari kiprah yakuza:

  1. Ekonomi Gelap: Yakuza terlibat dalam berbagai bisnis ilegal, seperti perjudian, prostitusi, dan penyelundupan. Mereka juga memiliki investasi dalam bisnis legal untuk memperkuat kekuatan finansial mereka.

  2. Perlindungan dan Keamanan: Dalam beberapa kasus, yakuza menawarkan "perlindungan" kepada bisnis kecil dari ancaman kekerasan atau pemerasan. Meskipun ini ilegal, beberapa pemilik usaha merasa lebih aman di bawah "naungan" yakuza.

  3. Keterlibatan Sosial: Yakuza terkadang terlibat dalam kegiatan sosial, seperti memberi bantuan dalam bencana alam. Tindakan ini sering kali dilihat sebagai upaya untuk meningkatkan citra mereka di masyarakat.

  4. Politik: Beberapa anggota yakuza memiliki hubungan dengan politikus, yang memungkinkan mereka untuk mempengaruhi kebijakan dan keputusan pemerintah demi kepentingan mereka.

  5. Kultural dan Identitas: Yakuza memiliki simbolisme dan budaya yang kuat, termasuk tato dan kode etik. Hal ini menciptakan rasa identitas dan loyalitas di antara anggotanya, serta menambah daya tarik bagi sebagian orang.

  6. Perjuangan Melawan Regulasi: Dalam beberapa dekade terakhir, pemerintah Jepang semakin ketat dalam menindak organisasi kriminal, dan yakuza berusaha beradaptasi dengan mengubah strategi dan beralih ke bentuk bisnis lain.

Meskipun yakuza memiliki pengaruh yang signifikan dalam beberapa aspek masyarakat Jepang, mereka juga menghadapi tantangan besar akibat penegakan hukum yang semakin ketat dan perubahan sosial.


Referensi:

https://teknikkepemimpinan.blogspot.com/2011/02/mengenal-yakuza.html


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Agartha Rahasia Dunia Di Pusat Bumi

JEPANG PAMER UDARANYA BERSIH KARENA MENERAPKAN BAHAN BAKAR HIDROGEN